DM tipe 1 atau yang dikenal sebagai DMT1, merupakan kondisi dimana pankreas tidak bisa memproduksi cukup insulin. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengatur kadar gula (glukosa) dalam darah. Pada DMT1, terjadi kekurangan insulin sehingga memerlukan penggantian insulin dari luar tubuh untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran normal.

Manajemen anak dengan DMT1 di Indonesia saat ini masih memanfaatkan metode pemberian insulin, dimana pasien harus melakukan suntikan dan pemantauan glukosa darah secara mandiri terus menerus. Manajemen DMT1 yang kurang efektif dapat mengakibatkan komplikasi yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Hal ini menyebabkan pemantauan dari terapi insulin ini harus dilakukan dengan teratur.

Adanya pandemic Covid-19 menyebabkan tantangan tersendiri untuk pemantauan terapi pada pasien dengan DMT1.  Pasien dengan DMT1 memerlukan manajemen penyakit secara teratur dan tindak lanjut yang ketat untuk mengurangi risiko hasil kesehatan yang merugikan. Adanya aturan lockdown pada berbagai layanan selama pandemic Covid-19 menghambat proses rujukan, akses dan rawat inap yang mengakibatkan tidak memadainya perawatan berkelanjutan untuk kondisi kronis di antara pasien yang membutuhkan.

Mempertahankan kontrol glikemik yang optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi akut dan jangka panjang. Pada era pandemic, pemantauan glukosa darah secara teratur mungkin menghadapi kendala. Teknik pemantauan yang disederhanakan dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia, sangatlah penting. Selain itu, pemberdayaan orang tua atau perawat di rumah untuk mengenali dan mengatasi episode hiperglikemia dan hipoglikemia adalah hal yang paling penting.

“Baik orang tua atau pengasuh di rumah dengan anak DM tipe 1 harus mengerti mengenai tanda-tanda adanya kadar gula yang terlalu rendah atau hipoglikemia, dan kadar gula yang terlalu tinggi atau hiperglikemia, sehingga dapat memberikan pertolongan pertama pada pasien dan tahu kapan harus segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan” papar Dr. Nur Rochmah, dr., Sp.A(K), konsultan Endokrin  Departemen Anak FK UNAIRRSUD Dr. Soetomo.

Apabila didapatkan tanda-tanda episode hipo atau hiperglikemia, maka keluarga harus sigap untuk menentukan pertolongan pertama dan segera membawa pasien ke pelayanan kesehatan.

Pasien tidak boleh mengabaikan periksa rutin medis dengan dokter. Banyak penyedia kesehatan menawarkan konsultasi jarak jauh melalui telemedicine. Hal ini bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko paparan Covid-19. Pasien harus selalu mematuhi semua protocol kesehatan, termasuk penggunaan masker, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga jarak fisik dari orang lain.

Pengelolaan DMT1 pada anak dengan pemakaian insulin selama Covid-19 di lingkungan dengan sumber daya terbatas membutuhkan pendekatan multiaspek. Menjaga kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, dan kontrol glikemik membutuhkan kreativitas, ketangguhan, dan kemampuan mengelola sumber daya yang ada. Melalui intervensi yang terara, pemanfaatan telemedicine, dukungan komunitas, dan pemberdayaan keluarga memungkinkan untuk memberdayakan anak-anak dengan DMT1 dan keluarganya untuk mengatasi tantangan ini.

Penulis: Nabilah Wairooy

Referensi: Huang, I., Lim A, M., Pranata, R. 2020. Diabetes mellitus is associated with increased mortality and disease severity in COVID-19 pneumonia – Systematic review, meta-analysis and meta-regression, 14(4): 395 –403.

source
https://unair.ac.id

By masSe