Posted on

Di period pandemi saat ini masyarakat harus mampu beradaptasi hidup berdampingan dengan Covid-19. Hal tersebut mengakibatkan segala aktivitas mulai dari sektor ekonomi bahkan kesehatan dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR gelar RUBIK 1 (Rumpi Bareng Isu Kekinian) dengan mengusung tema “ Ekonomi Digital, Jembatan Peningkatan Status Kesehatan Indonesia?”

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, (8/5/2022) melalui platform Zoom Meeting dengan menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya yaitu Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary SE MM dan Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI, Setiaji ST MSi.
Pada kesempatan tersebut, Setiaji menjelaskan mengenai digitalisasi dalam dunia kesehatan di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi kesehatan tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi. “ Digitalisasi kesehatan itu bagaimana sistem bisa mencatat seluruh aktivitas kesehatan kita sejak dari awal kehidupan yaitu sejak kita dalam kandungan,” ungkap Aji sapaan akrabnya.

Pemanfaatan digital dalam dunia kesehatan diharapkan dapat mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Faktanya, lanjut Aji, saat ini catatan data kesehatan berpencar-pencar sehingga dapat menghambat pelayanan kesehatan.
“ Oleh karena itu seluruh aktivitas kesehatan kedepan akan dicatat baik dari rumah sakit, laboratorium, maupun di seluruh layanan kesehatan sampai dengan yang bersangkutan meninggal. Seluruh datanya akan ada di aplikasi yang kita kembangkan yaitu peduli lindungi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan RI telah membentuk Digital Transformation Office (DTO). Menurutnya, DTO ini mirip seperti start up yang membedakan hanya kerjanya di sektor pemerintahan. Aji menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang diamanatkan kepada KEMENKES RI yaitu integrasi data, efisiensi data, kolaborasi dan peningkatan kapasitas digital khususnya SDM kesehatan.
“ Yang fading penting adalah kolaborasi dimana pandemi covid ini kita belajar kolaborasi sangat penting untuk meningkatkan dari sisi layanan dan ekosistem digital,” jelasnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, penanggung jawab kegiatan Leona Adinda mengungkapkan bahwa kegiatan RUBIK kali ini disambut sangat antusias oleh seluruh peserta. “ Berjalannya RUBIK I kali ini disambut cukup antusias dari para peserta ditandai dengan cukup banyaknya peserta yang hadir dan aktif bertanya selama diskusi berlangsung,” tuturnya.
Pada akhir, Leona berharap kegiatan serupa dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya mengenai isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.

Beranda UNAIR

Leave a Reply

Your email address will not be published.